Salah satu cerita yang cukup menarik yaitu kisah di balik pesta rakyat Regatta. Regatta adalah festival rakyat suku-suku di pulau borneo dan di sahkan oleh kementerian pelancongan negeri serawak malaysia bagian timur. Acara tahunan ini diadakan sejak 1899 bersamaan dengan Konferensi Perdamaian Savage yang menghasilkan kedamaian dan persatuan di antara komunitas multi etnis di Baraman.
Festival ini masih dipegang hingga hari ini dan cukup menarik pelancong baik pelancong domestik maupun mancanegara.Pada tahun ini festival tersebut di lakasanakan di marudi serawak bermula 25-8 sampai 30/8/2017.
Saya cukup beruntung karena pada tahun ini ada seseorang yang sangup memberi biaya perjalan gratis menuju kesana dan di berikan fasilitas menginap di hotel salama seminggu. Pada Regatta Baram Marudi 2017 Berbagai acara menarik dan berbgai perlombaan tradisional antar suku di adakan dengan cukup meriah.Salah stu lomba yang saya suka adalah lomba dayung prahu tradisional dan lomba speedboat antar negara(seperti F1 Bro..!).Namun di sebalik kemeriaan itu ternyata Regatta mempunyai cerita yang harus kamu ketahui.
Regatta Baram Berhubungan Dengan Kisah Suku Pemburu Kepala Di Borneo
Sama seperti suku dayak yang merupakan nenek moyang suku-suku di sini mereka juga mempunyai adat memburu kepala untuk tujuan tertentu.Pada jaman dulu Adat memburu kepala konon hampir di lakukan semua suku di sini.mereka saling memotong kepala suku lainnya dan membawa kepala-kepala itu untuk tujuan tertentu.Seorang teman yang merupakan suku asli disini menceritakan bahwa orang-orang dulu memburu kepala untuk meningkatkan drajat dirinya,semakin banyak kepala di ambil maka akan semakin tingi drajat seseorang itu.Selain itu memburu kepala juga di gunaka seseorang untuk maskawin.Tidak semua rumah panjang di Sarawak memiliki antu pala. Antu pala ni sebenarnya tengkorak manusia yg dipenggal oleh Kaum Iban suatu ketika dulu. Namun ianya telah diharamkan sejak zaman jajahan Rajah James Brooke lagi. So, jgn le risau nk ke Sarawak atau rasa ngeri nk berkawan dengan orang Iban. hahha..
Suatu ketika dulu, memiliki Antu Pala ni merupakan satu kebanggaan serta lambang keberanian, simbol kelelakian dan martabat sosial. Kononnya jika seseorang itu memperolehi antu pala.. dia akan menjadi kegilaan gadis2 kerana keperkasaannya. ohh.. Agak kejam bunyinya. Sejarah akan tetap tinggal sejarah.
Seingat saya, rumah panjang (Rumah Panjai Ensika) dimana apai saya dilahirkan still ada 3 Antu Pala. Ianya digantung di 'Ruai'. So, setiap tetamu yg datang boleh tengok secara percuma. Tidak ada yg menakutkan. Entahla.. tpi saya ingat lagi zaman kanak2 saya yg gemar berkejaran di bawah Antu Pala tu. Suatu hari nanti saya akan tunjukkan pada Easter kewujudan Antu Pala di kampung datuknya. Semoga Easter akan tahu asal usul bangsa kami dan tidak malu untuk mengakuinya.
Setelah kedatangan penjajah inggris Rajah James Brooke di baram, adat pengal kepala di larang dan suku-suku perkauman di pulau borneo tidak lagi saling berperang. Sebagai pengantinya dan mungkin untuk memperangatinya maka di adakanlah festival regatta tersebut.Jika suku anda kuat silakan ikut lomba dayung prahu atau kirim sang ratu cantik kamu untuk ikit lomba Ratu Cantik Miss Regatta Baram 2017
Tambahkan Komentar Sembunyikan