Menyadari dari hal itu perawatan pada mesin diesel sangat di sarankan. Tidak hanya untuk kelancaran saat di gunakan, akan tetapi biaya penggunaan alat pun tidak banyak. Perawatan mesin akan mengurangi biaya perbaikan atau penggantian alat yang baru.
Karakter yang di miliki mesin diesel memang dibuat untuk ketahanan dalam jangka pemakaian yang lama dengan efisiensi tinggi serta perawatan yang lebih mudah. Dengan kelebihanya itu menyebabkan ketangguhan mesin diesel di akui sejak lama sehingga banyak di gunakan untuk menangani beban berat seperti bus,truck,generator,kapal,kendaraan alat berat dan mobil.
Pengunaan mesin diesel pada mobil kini mesin diesel telah banyak mengalami penyempurnaan seperti reduksi getaran,suara mesin dan emisi gas buang dan juga penggunaan teknologi canggih seperti Common Rail Direct Injection atau Turborcharger yang dapat menghasilkan tenaga optimal dengan torsi puncak yang bisa dihasilkan pada rpm rendah, sehingga membuat kendaraan bermesin diesel menjadi pilihan banyak orang.
1-Pemanasan Mesin Diesel
Sebelum di gunakan atau tidak di gunakan sebaiknya mesin diesel di panaskan setiap harinya Selain bertujuan untuk mencapai temperatur kerja mesin yang optimal,proses ini juga ditujukan untuk melindungi komponen mesin yang bergesekan dengan terjadinya pelumasan secara merata.2-Gunakan Bahan Bakar Yang Berkualitas
Gunakan solar yang berkualitas baik dengan kadar sulfur yang rendah, terutama pada mesin diesel yang mengadopsi teknologi Common Rail Direct Injection. Penggunaan solar dengan kadar sulfur yang terlalu tinggi dapat menyebabkan pemampatan pada saluran valve Common Rail, yang mengakibatkan matinya mesin secara seketika atau tersendat-sendat sehingga sulit dihidupkan. Bagi mesin diesel yang menggunkan Turborcharger, disarankan untuk menunggu sekitar 3 menit sebelum mematikannya agar usia komponen tersebut lebih panjang.3-Rutin Membersihkan Saringan Udara
Filter udara harus rajin dibersihkan minimal setiap 20 km. Sebab debu adalah musuh utama dari mesin diesel. Debu yang masuk ke ruang mesin mempercepat keausan pada ruang bakar karena debu akan menjadi bahan pengasah antara selinder dengan ring piston. Sebagai paru-paru dari mesin kendaraan,saringan udara perlu dibersihkan dan diganti secara teratur.3-Service Engine Ganti Oli
dengan penggantian minyak pelumas (oli) setiap 5.000 km dan mengganti filternya, maka kondisi mesin diesel akan tetap stabil, kokoh dan nyaman.Setelah dua kali mengganti oli secara rutin atau setelah 10.000 km,sangat disarankan untuk juga mengganti saringan oli. Sesuai dengan namanya, saringan oli berfungsi menyaring kotoran pada pelumas yang akan berakibat fatal pada mesin jika terlalu sering terlambat dalam proses penggantiannya. Untuk meminimalisir masuknya kotoran ke dalam mesin.4-Tukar Fuel Filte Atau Saringan Solar
Disamping setiap pagi harus membuang air dari saringan solar maka scara rutin dianjurkan membersihkan saringan solar Saringan solar/Diesel perlu dilakukan setiap 15.000 km. Sama halnya dengan saringan udara, jika saringan solar tersumbat akibat menumpuknya kotoran, maka performa yang dihasilkan mesin tersebut akan menurun karena jumlah aliran solar yang dibutuhkan tidak terpenuhi.5-Hindari Tangki Kosong Kehabisan Minyak
Tidak membiarkan tangki solar dalam keadaan hampir kosong. Sangat disarankan untuk mengisi tangki kembali saat solar yang tersisa hanya 1/3 dari total kapasitasnya. Hal ini untuk menghindari Fenomena "Masuk Angin".Dengan melakukan perawatan rutin terhadap mesin diesel seperti diatas, maka diharapkan performa mesin diesel mobil Anda akan tetap terjaga dengan optimal dan Anda dapat terhindar dari membengkaknya biaya perbaikan di kemudian hari dan juga berkendara dengan nyaman. Semoga bermanfaat.
Tambahkan Komentar Sembunyikan